Perbedaan Resiliensi Berdasarkan Urutan Kelahiran pada Murid Kelas XII yang Tidak Lolos SNBP 2026
Keywords:
Resiliensi, Urutan Kelahiran, SNBP, Remaja, Kegagalan AkademikAbstract
Kegagalan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dapat menimbulkan berbagai respons psikologis pada murid kelas XII, mulai dari stres, kecemasan, hingga penurunan motivasi akademik. Perbedaan respons tersebut mengindikasikan adanya variasi tingkat resiliensi yang dimiliki individu. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan variasi tersebut adalah urutan kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat resiliensi berdasarkan urutan kelahiran pada murid kelas XII SMA/sederajat yang dinyatakan tidak lolos SNBP 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 110 murid yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Resilience Scale for Children and Adolescents (RSCA) yang mengukur dua indeks utama resiliensi, yaitu Resources Index (RES) dan Vulnerability Index (VUL). Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk skor RES dan One-Way ANOVA untuk skor VUL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada Resources Index maupun Vulnerability Index berdasarkan urutan kelahiran (p > .05). Temuan ini menunjukkan bahwa urutan kelahiran bukan merupakan faktor yang secara langsung membedakan tingkat resiliensi murid dalam menghadapi kegagalan SNBP. Resiliensi kemungkinan lebih dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor internal dan eksternal, seperti regulasi emosi, strategi coping, dukungan keluarga, dan dukungan sosial.
Failure in the National Selection Based on Achievement (SNBP) may trigger various psychological responses among twelfth-grade students, including stress, anxiety, and decreased academic motivation. These varying responses indicate differences in individual resilience levels. One factor presumed to be associated with such differences is birth order. This study aimed to examine differences in resilience levels based on birth order among twelfth-grade high school students who were not admitted through the 2026 SNBP selection process. A quantitative approach with a comparative cross-sectional design was employed. The participants consisted of 110 students selected through purposive sampling. Data were collected using the Resilience Scale for Children and Adolescents (RSCA), which measures two primary resilience indices: the Resources Index (RES) and the Vulnerability Index (VUL). Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test for RES scores and One-Way ANOVA for VUL scores. The findings indicated that there were no significant differences in either the Resources Index or the Vulnerability Index based on birth order (p > .05). These results suggest that birth order is not a factor that directly differentiates resilience levels among students facing SNBP failure. Resilience is likely influenced by a complex interaction of internal and external factors, including emotional regulation, coping strategies, family support, and social support.
